Tantangan Polisi Militer Angkatan Darat

TANTANGAN POLISI MILITER ANGKATAN DARAT

Dalam berbagai kesempatan, baik saat kunjungan kerja maupun dalam memimpin rapat-rapat, Kasad Jenderal TNI Agustadi Sasangko Purnomo sering menyatakan intensitas kecenderungan terjadingan berbagai pelanggaran hukum, disiplin dan tata tertib yang dilakukan oleh prajurit TNI AD sampai dengan Triwulan II TA 2008 ini mengindikasikan gejala yang semakin meningkat

Tingginya pelanggaran yang terjadi menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan penguasaan peraturan militer dasar dan pengetahuan dasar kemiliteran oleh para prajurit, khususnya tentang Peraturan Disiplin Prajurit. Hal ini mengindikasikan bahwa arahan dan kebijakan pimpinan satuan dan pimpinan TNI AD belum direspon dengan baik. Masih banyak prajurit TNI AD yang kurang memahami jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional yang harus menyatu dengan rakyat.

 

 

Sebagai ujung tombak dalam penegakan hukum, disiplin dan tata tertib di lingkungan dan bagi kepentingan TNI AD, Polisi Militer Angkatan Darat harus mampu beradaptasi dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Implikasi dari kemajuan jaman yang membuat modus kejahatan semakin canggih, menuntut Polisi Militer Angkatan Darat untuk berubah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut, seiring dengan bergulirnya era reformasi yang telah menggugah kesadaran seluruh komponen bangsa untuk melakukan pembenahan dan pembaharuan atas berbagai ketimpangan, kinerja dan hal-hal yang dianggap tidak profesional serta proporsional menuju masyarakat yang demokratis.

Mau tidak mau, Polisi Militer Angkatan Darat pun tak lepas dari wacana besar perubahan ini. Sebab, Polisi Militer Angkatan Darat merupakan cerminan dari tuntutan dan harapan prajurit pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk menciptakan rasa aman, keamanan, ketertiban dan ketentraman. Untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan atmosphere baru dalam masyarakat ini, Polisi Militer Angkatan Darat dituntut untuk mereformasi dirinya sendiri, melalui berbagai pemberdayaan sumber daya yang ada dan melalui perubahan pola pikir para prajurit Polisi Militer Angkatan Darat secara berkesinambungan agar Polisi Militer Angkatan Darat dapat mengatasi tantangan masa depan seiring dengan arus globalisasi dan demokratisasi.

Salah satu tantangan utama Polisi Militer Angkatan Darat ke depan adalah menciptakan Polisi Militer Angkatan Darat masa depan, yang mampu secara terus-menerus beradaptasi dengan perkembangan politik, ekonomi, sosial dan budaya yang terus berkembang. Polisi Militer Angkatan Darat harus dapat menjadi bagian, dan menjadi figur yang dipercaya sebagai salah satu institusi penegak hukum oleh setiap prajurit TNI AD dan masyarakat. Di samping itu sebagai pribadi dapat dijadikan panutan prajurit dan mampu membangun simpati dan kemitraan dengan masyarakat maupun dengan institusi penegak hukum lainnya. Polisi Militer Angkatan Darat harus membangun interaksi sosial yang erat dan mesra dengan seluruh lapisan masyarakat, yaitu keberadaannya menjadi simbol persahabatan antara warga masyarakat dengan seluruh prajurit TNI AD dengan mengedepankan dan memahami kebutuhan adanya rasa aman warga masyarakat, yang lebih mengedepankan tindakan pencegahan kejahatan (crime prevention).

Keberadaan Polisi Militer Angkatan Darat hendaknya dipandang sebagai proses pembebasan dari cara-cara kerja yang ‘tidak layak’ antara lain : tidak profesional dan proporsinal, sewenang-wenang, otoriter, penyalahgunaan wewenang (KKN), arogan, dsb. Tindakan-tindakan tersebut akan menjadikan Polisi Militer Angkatan Darat tidak dipercaya oleh prajurit TNI AD dan jauh dari warga masyarakat sehingga citranya di mata masyarakat adalah buruk, yang juga akan berdampak kepada citra institusi TNI AD. Harapan seluruh prajuirt TNI AD dan masyarakat adalah Polisi Militer Angkatan Darat yang profesional dan proporsional untuk menunjukkan jati diri Prajurit TNI yang mampu berkomunikasi dan senantiasa berupaya mengurangi rasa ketakutan warga masyarakat akan adanya pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan oleh Prajurit TNI AD dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kata kunci yang dapat menjawab tantangan masa depan Polisi Militer Angkatan Darat adalah terciptanya wajah Polisi Militer Angkatan Darat yang baru. Yaitu, Polisi Militer Angkatan Darat yang profesional dan proporsinal, yang mengacu pada supremasi hukum, memberikan jaminan dan perlindungan HAM, transparan serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Paradigma baru Polisi Militer Angkatan Darat tersebut menjadi kerangka dalam mewujudkan jati diri, profesionalisme dan modernisasi Polisi Militer Angkatan Darat sebagai pelindung dan pelayan prajurit TNI AD dan masyarakat, berada dekat dengan prajurit dan masyarakat serta membaur bersamanya.

DIRGAHAYU POLISI MILITER ANGKATAN DARAT

 

 

 

Explore posts in the same categories: Artikel Kabagdik Puspomad

One Comment pada “Tantangan Polisi Militer Angkatan Darat”

  1. TRI ARDIANTO Says:

    —–***pengaduan***—-
    Mohon PENGAWASAN terhadap Saudara MAKSUM (Asli LOMBOK, NTB) Anggota TNI AD dari YONZIPUR 4/TK BANYUBIRU AMBARAWA JAWA TENGAH karena MENGGANGGU Rumah Tangga {AGUNG dan AFTI DWI PRIYATI} di Adiwerna, Kabupaten Tegal
    sampai si istri sering tidak pulang beberapa hari (nginep di jalan) menemui Saudara MAKSUM dari Stasiun KA Tegal ke Stasiun KA Poncol Semarang dengan meninggalkan motornya di Penitipan Motor Stasiun KA Tegal.
    Mohon TINDAKAN TEGAS.
    Terima kasih.
    TRI ARDIANTO
    Adiwerna RT 30 RW 3
    Kec. Adiwerna, Kab. Tegal
    Prop. Jawa Tengah
    HP. 0817288220


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: