Kunjungan Ke Jerman

KUNJUNGAN DELEGASI POLISI MILITER INDONESIA
KE MARKAS BESAR POLISI MILITER JERMAN
Dalam rangka kerjasama Bilateral Expert Talk RI – Jerman bidang Polisi Militer
Republik Federal Jerman (bahasa Jerman: Bundesrepublik Deutschland) adalah sebuah negara di Eropa Tengah. Negara dengan sejarah panjang ini di sebelah barat berbatasan dengan Belanda, Belgia, Luxemburg, dan Perancis. Di sebelah selatan berbatasan dengan Swiss dan Austria. Di sebelah timur berbatasan dengan Ceko dan Polandia. Di sebelah utara berbatasan dengan Denmark. Negara ini pernah memiliki wilayah yang jauh lebih luas daripada yang sekarang dan pernah pula terpecah secara politik sejak berakhirnya Perang Dunia II tepatnya pada tanggal 7 Oktober 1949 hingga tanggal 3 Oktober 1990, di saat bagian timur negara ini dikuasai oleh rezim komunis dan bernama Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur, atau Deutsche Demokratische Republik disingkat DDR) dan Jerman juga merupakan negara penting dalam Uni Eropa dengan jumlah penduduk terbanyak, selain itu Jerman juga adalah salah satu anggota NATO. Jerman, sebagai negara sahabat telah lama menjalin kerjasama bilateral dengan Negara Indonesia, walaupun ada boikat dari negara-negara Barat. Wujud kerjasama bilateral itu mencakup aspek di segala bidang, dimana salah satunya adalah kerjasama Bilateral Expert Talk RI – Jerman bidang Polisi Militer.

Kerjasama Bilateral Expert Talk RI – Jerman bidang Polisi Militer dilaksanakan didalam rangka meningkatkan hubungan antara Polisi Militer Indonesia dengan Polisi Militer Jerman, dan untuk waktu jangka panjang hubungan dapat ditingkatkan kearah yang lebih konstruktif seperti adanya pertukaran/pengiriman personel untuk mengikuti pendidikan dan latihan. Sebagai wujud dari rasa persahabatan kedua negara, sejak tanggal 19 s/d 21 Pebruari 2008, Danpuspomad, Mayjen TNI Subagdja Djiwapradja didampingi oleh Letnan Kolonel Cpm Djuhendi Sukmadjati, Danpomdam II/Sriwijaya dan Letnan Kolonel Cpm Ujang Martenis, Dandenpom IV/2 Yogyakarta, memimpin kunjungan Delegasi Polisi Militer Indonesia ke Markas Polisi Militer Jerman dan kunjungan ke satuan Feldjager (MP) Batalyon 252 di Koeln serta Feldjager (MP) Batalyon 350 di Berlin.


Berbekal surat perintah Dirjen Strahan Dephan RI Nomor Sprin/122/II/2008 tanggal 1 Februari 2008 tentang perjalanan dinas ke luar negeri dan surat perintah Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Sprin/207/II/2008 tanggal 14 Februari 2008, Danpuspomad dan rombongan pada hari senin tanggal 18 Pebruari memimpin Delegasi Polisi Militer Indonesia Take Off dari Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan menggunakan pesawat KLM menuju Jerman dan pada Selasa tanggal 19 Februari 2008 jam 05.00 WS Delegasi Polisi Militer Indonesia tiba di Bandara Internasional Schiphol Amsterdam, Belanda untuk transit, disambut oleh Atase Pertahanan RI di Belanda Kolonel Laut Yosafat dan PBU Athan Kapten Cpm Guntur. Diselimuti dengan cuaca yang dingin, pada jam 09.00 WS Delegasi Polisi Militer Indonesia Take Off dari Bandara Internasional Schiphol Amsterdam, Belanda menuju Kota Koeln Jerman, tiba pada pukul 11.30 WS yang langsung disambut oleh Kolonel ERDMANN, Komandan Polisi Militer Jerman dan Atase Pertahanan RI di Jerman Kolonel Mar Widad dan Letnan Satu Schotter selaku Liasion Officer.

Dengan waktu yang terbatas dan acara yang sangat padat, Delegasi Polisi Militer Indonesia langsung menuju Markas Besar Polisi Militer Jerman, Feldjager (MP) Batalyon 252, yang mempunyai kekhususan dalam penyiapan anjing pelacak di kota Koeln dan Feldjager (MP) Batalyon 350 di kota Berlin, yang mempunyai ke khususan pada bidang pengamanan fisik/close protection .

Kunjungan di Markas Besar Polisi Jerman disambut langsung oleh Kolonel Erdmann selaku Komandan Polisi Militer Jerman dan seluruh Staf, selanjutnya menerima paparan tentang Struktur organisasi, tugas dan fungsi Polisi Militer Jerman. Ada hal yang menarik dari penjelasan Komandan Polisi Militer Jermann, bahwa Polisi Militer Jerman merupakan bagian dari Join Support Command yang berada di bawah Menteri Pertahanan sehingga Polisi Militer Jerman adalah tunggal, tidak ada Polisi Militer Angkatan, Polisi Militer Jerman memiliki 8 ( Delapan ) Batalyon Polisi Militer dan 30 Pos Polisi Militer yang tersebar diseluruh Jerman, dengan tugas melaksanakan tugas Kepolisian Militer di dalam negeri dan maupun di luar negeri.

Sama halnya dengan Polisi Militer Angkatan Darat yang mempunyai beberapa fungsi, Polisi Militer Jerman pun memiliki beberapa fungsi, antara lain menegakan peraturan militer ; melaksanakan patroli dan pos pengawasan ; pengamanan bandara dan operasi kepabeaan ( penugasan luar negeri ) ; membantu sidang disiplin dan peradilan satuan ; menangkap / mengembalikan Yudha Kelana ; dukungan mobilitas dan perpindahan ; operasi pengamanan Polisi Militer ; penyelidikan dan penyidikan ; pengamanan daerah dan kediaman serta memberikan bantuan tugas Polisi Militer lainnya.

Selain itu sistem hukum dan peradilan di lingkungan Militer Jerman tidak mengenal adanya Peradilan Militer, prajurit yang melakukan tindak pidana disidik oleh Polisi Sipil dan diadili di Peradilan Umum, Militer Jerman tidak mengenal KUHPM ataupun KUHAPMIL, yang ada adalah Military Code, Komandan yang tidak kooperatif atau menghalangi penyidikan yang sedang dilakukan oleh penyidik dapat dituntut dan Komandan setingkat Komandan Kompi ke atas/Ankum dapat menghukum anggotanya hanya selama 7 hari, dan Komandan diatasnya dapat menghukum hanya selama 21 hari dalam hal pelanggaran Military Code, namun putusan hukuman tersebut harus dilaporkan dan disetujui oleh Hakim Pengadilan. Hal yang paling penting untuk digaris bawahi oleh kita bersama adalah tidak ada rivalitas antara Polisi Sipil dan Polisi Militer, karena kedua-duanya saling membutuhkan sehingga harus bekerja sama, terutama pada saat menyidik perkara / kasus yang melibatkan personel Militer.


Selesai paparan Komandan Polisi Jerman dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab dan peninjauan alat peralatan yang dimiliki oleh Polisi Militer Jerman, mulai alat foto sidik jari, alat tes narkotika, senjata pertahanan udara ringan, senapan serbu, Submachine gun jenis MP-5 dan pistol yang semua buatan pabrik HK Jerman, selain itu juga diperlihatkan kendaraan bermotor roda dua yang menjadi kebanggaan Polisi Militer Jerman jenis BMW 1200 cc, dimana motorisnya terdapat wanita.

Kegiatan selanjutnya adalah kunjungan ke Feldjager (MP) Batalyon 252, kedatangan Delegasi Polisi Militer Indonesia disambut langsung oleh Letnan Kolonel Couwenberg selaku Komandan Batalyon 252 dan Staf, yang dilanjutkan dengan paparan Komandan Batalyon 252, dimana Batalyon 252 ini adalah satuan yang mempunyai ciri khas sebagai Feldjager (MP) Batalyon penyiapan anjing pelacak bagi Polisi Militer Jerman, selesai kegiatan paparan dilanjutkan dengan peragaan kemampuan anjing pelacak jenis German Sheppard (Herder) dalam hal mendeteksi bahan peledak dalam kendaraan dan narkotika dan selama peragaan, penjelasan diberikan langsung oleh salah satu Komandan Kompi.

Keesokan harinya Delegasi Polisi Militer Indonesia melakukan kunjungan di Feldjager (MP) Batalyon 350 di Berlin, kedatangan Delegasi Polisi Militer Indonesia disambut langsung oleh Letnan Kolonel Thiessar selaku Komandan Batalyon 350 dan Staf, yang dilanjutkan dengan paparan oleh Major Duppman, Wakil Komandan Batalyon 350, Batalyon 350 ini adalah satuan yang mempunyai ciri khas sebagai Feldjager (MP) Batalyon bidang pengamanan fisik/close protection bagi VIP Jerman, selesai paparan dilanjutkan dengan peragaan oleh prajurit Batalyon 350 dalam melaksanakan pengawalan kehormatan bermotor dengan formasi 7 dan 5 sepeda motor BMW 1200 cc. Selain itu salah satu sarana untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit MP, Batalyon 350 memiliki simulator latihan menembak yang modern.

Pada tanggal 22 Pebruari 2008 jam 12.30 WS, delegasi Polisi Militer Indonesia meninggalkan Jerman kembali ke Jakarta, dari hasil kunjungan ke Markas Besar Polisi Militer Jerman ini, diperoleh pengalaman berharga yang kelak dapat diadopsi oleh Polisi Militer Angkatan Darat, bahwa Polisi Militer Jerman memang telah berpengalaman dalam melaksanakan tugas pada operasi pemeliharaan perdamaian dunia, seperti di Afghanistan, Kosovo, Sudan, Djibouti , selain itu disepakati rencana kerjasama Polisi Militer Indonesia dengan Polisi Militer Jerman, antara lain : Polisi Militer Jerman bersedia untuk melatih dan memberikan asistensi pada persiapan Kontingen Kompi Polisi Militer Indonesia, sebagai pasukan operasi pemeliharaan perdamaian dunia yang direncanakan akan dikirim ke Darfur, Sudan pada tahun 2009 dan menawarkan pelatihan/pendidikan bagi Perwira Polisi Militer Indonesia ke Jerman, setelah hasil evaluasi pelatihan dan asistensi persiapan Kontingen Kompi Polisi Militer Indonesia dilaksanakan.

Explore posts in the same categories: Kegiatan Danpuspomad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: