HUT Pomad ke 62

Ditulis Juni 27, 2008 oleh puspomad
Kategori: Berita

KASAD : KORPS POLISI MILITER MILIKI PERAN PENTING DAN STRATEGIS

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo menegaskan, sebagai salah satu unsur kekuatan Angkatan Darat sampai saat ini Korps Polisi Militer memiliki peran penting dan strategis dalam membina dan menyelenggarakan fungsi polisi militer di lingkungan Angkatan Darat, dan juga tugas-tugas gabungan antar angkatan yang mencakup semua personel dan institusi TNI.

Hal ini ditegaskan Kasad ketika memimpin upacara Hari Ulang Tahun ke-62 Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) di Markas Batalyon Polisi Militer Angkatan Darat, di Desa Sirnagalih Jonggol Bogor, Senin (23/6).
Menurut Kasad, sepanjang pengabdiannya, warga Korps Polisi Militer Angkatan Darat telah banyak meraih berbagai keberhasilan dan prestasi meskipun dihadang banyak keterbatasan.
Indikator keberhasilan dan prestasi warga Korps Polisi Militer Angkatan Darat dalam menjalankan peran, tugas pokok dan fungsinya, secara realita antara lain ditunjukan oleh penampilan sosok prajurit Angkatan Darat saat ini, terutama dalam memelihara dan menegakkan disiplin dan tata tertib serta kepatuhan dan ketaatannya terhadap hukum, termasuk mampu menekan kualitas dan kuantitas pelanggaran, dan ini suatu prestasi.
Kasad mengungkapkan, keberadaan Polisi Militer Angkatan Darat dengan sejumlah keberhasilan dan prestasinya itu tidak terlepas dari karya-karya besar di bidang pembinaan satuan yang telah dimotori oleh para pendahulu, sesepuh dan senior Korps Polisi Militer Angkatan Darat.
Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, patut mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang tinggi serta mendoakan akan kebahagiaan para pendahulu, sesepuh dan senior yang kita hormati beserta keluarganya, dan selalu mendoakan didalam lindungan Tuhan Yang Maha Besar, tambah Kasad.

Kasad mengharapkan, agar pekerjaan atau tugas yang dilaksanakan oleh prajurit di lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dilakukan dengan simpatik, dengan sopan tetapi tidak meninggalkan sifat-sifat dan sikap militer yang tegas. Dengan demikian, kehadiran sosok prajurit-prajurit Polisi Militer dapat diteladani dan dicontoh oleh prajurit Angkatan Darat lainnya.

 

Tantangan Polisi Militer Angkatan Darat

Ditulis Juni 22, 2008 oleh puspomad
Kategori: Artikel Kabagdik Puspomad

TANTANGAN POLISI MILITER ANGKATAN DARAT

Dalam berbagai kesempatan, baik saat kunjungan kerja maupun dalam memimpin rapat-rapat, Kasad Jenderal TNI Agustadi Sasangko Purnomo sering menyatakan intensitas kecenderungan terjadingan berbagai pelanggaran hukum, disiplin dan tata tertib yang dilakukan oleh prajurit TNI AD sampai dengan Triwulan II TA 2008 ini mengindikasikan gejala yang semakin meningkat

Tingginya pelanggaran yang terjadi menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan penguasaan peraturan militer dasar dan pengetahuan dasar kemiliteran oleh para prajurit, khususnya tentang Peraturan Disiplin Prajurit. Hal ini mengindikasikan bahwa arahan dan kebijakan pimpinan satuan dan pimpinan TNI AD belum direspon dengan baik. Masih banyak prajurit TNI AD yang kurang memahami jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional yang harus menyatu dengan rakyat.

 

 

Sebagai ujung tombak dalam penegakan hukum, disiplin dan tata tertib di lingkungan dan bagi kepentingan TNI AD, Polisi Militer Angkatan Darat harus mampu beradaptasi dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Implikasi dari kemajuan jaman yang membuat modus kejahatan semakin canggih, menuntut Polisi Militer Angkatan Darat untuk berubah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut, seiring dengan bergulirnya era reformasi yang telah menggugah kesadaran seluruh komponen bangsa untuk melakukan pembenahan dan pembaharuan atas berbagai ketimpangan, kinerja dan hal-hal yang dianggap tidak profesional serta proporsional menuju masyarakat yang demokratis.

Mau tidak mau, Polisi Militer Angkatan Darat pun tak lepas dari wacana besar perubahan ini. Sebab, Polisi Militer Angkatan Darat merupakan cerminan dari tuntutan dan harapan prajurit pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk menciptakan rasa aman, keamanan, ketertiban dan ketentraman. Untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan atmosphere baru dalam masyarakat ini, Polisi Militer Angkatan Darat dituntut untuk mereformasi dirinya sendiri, melalui berbagai pemberdayaan sumber daya yang ada dan melalui perubahan pola pikir para prajurit Polisi Militer Angkatan Darat secara berkesinambungan agar Polisi Militer Angkatan Darat dapat mengatasi tantangan masa depan seiring dengan arus globalisasi dan demokratisasi.

Salah satu tantangan utama Polisi Militer Angkatan Darat ke depan adalah menciptakan Polisi Militer Angkatan Darat masa depan, yang mampu secara terus-menerus beradaptasi dengan perkembangan politik, ekonomi, sosial dan budaya yang terus berkembang. Polisi Militer Angkatan Darat harus dapat menjadi bagian, dan menjadi figur yang dipercaya sebagai salah satu institusi penegak hukum oleh setiap prajurit TNI AD dan masyarakat. Di samping itu sebagai pribadi dapat dijadikan panutan prajurit dan mampu membangun simpati dan kemitraan dengan masyarakat maupun dengan institusi penegak hukum lainnya. Polisi Militer Angkatan Darat harus membangun interaksi sosial yang erat dan mesra dengan seluruh lapisan masyarakat, yaitu keberadaannya menjadi simbol persahabatan antara warga masyarakat dengan seluruh prajurit TNI AD dengan mengedepankan dan memahami kebutuhan adanya rasa aman warga masyarakat, yang lebih mengedepankan tindakan pencegahan kejahatan (crime prevention).

Keberadaan Polisi Militer Angkatan Darat hendaknya dipandang sebagai proses pembebasan dari cara-cara kerja yang ‘tidak layak’ antara lain : tidak profesional dan proporsinal, sewenang-wenang, otoriter, penyalahgunaan wewenang (KKN), arogan, dsb. Tindakan-tindakan tersebut akan menjadikan Polisi Militer Angkatan Darat tidak dipercaya oleh prajurit TNI AD dan jauh dari warga masyarakat sehingga citranya di mata masyarakat adalah buruk, yang juga akan berdampak kepada citra institusi TNI AD. Harapan seluruh prajuirt TNI AD dan masyarakat adalah Polisi Militer Angkatan Darat yang profesional dan proporsional untuk menunjukkan jati diri Prajurit TNI yang mampu berkomunikasi dan senantiasa berupaya mengurangi rasa ketakutan warga masyarakat akan adanya pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan oleh Prajurit TNI AD dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kata kunci yang dapat menjawab tantangan masa depan Polisi Militer Angkatan Darat adalah terciptanya wajah Polisi Militer Angkatan Darat yang baru. Yaitu, Polisi Militer Angkatan Darat yang profesional dan proporsinal, yang mengacu pada supremasi hukum, memberikan jaminan dan perlindungan HAM, transparan serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Paradigma baru Polisi Militer Angkatan Darat tersebut menjadi kerangka dalam mewujudkan jati diri, profesionalisme dan modernisasi Polisi Militer Angkatan Darat sebagai pelindung dan pelayan prajurit TNI AD dan masyarakat, berada dekat dengan prajurit dan masyarakat serta membaur bersamanya.

DIRGAHAYU POLISI MILITER ANGKATAN DARAT

 

 

 

Pro & Kontra Arti Kata "DIRGAHAYU"

Ditulis Mei 29, 2008 oleh puspomad
Kategori: Artikel Kabagdik Puspomad

“ Dirgahayu Corps Polisi Militer Angkatan Darat Ke 62 “
atau
“ Dirgahayu Corps Polisi Militer Angkatan Darat “

Sebentar lagi atau tepatnya setiap tanggal 22 Juni, kita akan memperingati hari ulang tahun Corps Polisi Militer Angkatan Darat yang ke 62, sebagaimana lazimnya tiap-tiap menjelang hari peringatan ini umbul-umbul dan spanduk-spanduk akan dipasang oleh seluruh satuan jajaran Polisi Militer di seluruh Indonesia.

Yang tidak pernah ketinggalan dan selalu tertulis dalam setiap spanduk dan Banner ataupun Gapura pintu masuk satuan adalah kata: DIRGAHAYU. “Dirgahayu Corps Polisi Militer Angkatan Darat ke 62”, ”atau ada pula yang menulis “Dirgahayu Corps Polisi Militer Angkatan Darat” , lalu dibawah ditulis tanggal lahirnya Corps “22 Juni 1946 – 22 Juni 2008”.

Kalimat manapun yang digunakan sepertinya tidak masalah bagi kita, toh semua kalangan; apakah itu kalangan well educated, instansi pemerintah, media massa baik cetak maupun elektronik, sekolah2, perguruan2 tinggi tidak mempersalahkan variasi dari ke-dua tulisan diatas.

Bila tiba-tiba ada yang mempersalahkan bunyi salah satu dari kalimat diatas mungkin anda sendiri akan heran dan bertanya ”lho kenapa?”

Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya salah satu dari kalimat itu memang salah karena mengandung arti yang bertentangan 180 derajat dari maksud ucapan itu sendiri? Kalimat yang salah itu adalah yang berbunyi “Dirgahayu Corps Polisi Militer Angkatan Darat ke 62”.

Mau bukti? mari kita lihat….

Berdasarkan KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa Depdiknas RI , arti dari kata DIRGAHAYU adalah BERUMUR PANJANG atau PANJANGLAH USIANYA atau SEMOGA PANJANG USIANYA dan ditujukan kepada negara atau organisasi yang sedang memperingati hari jadinya.

Jadi bila anda menulis “Dirgahayu Corps Polisi Militer Angkatan Darat ke 62” maka akan mengandung makna ”semoga panjanglah usianya Corps Polisi Militer Angkatan Darat yang ke 62” !!! Ingat HUT ke 62-nya yang panjang, bukan Corps Polisi Militer Angkatan Darat !! lhooo…. kalau 62-nya yang panjang berarti gak ada dong ke 63, ke 64 dst? Dengan kata lain secara tidak langsung dengan menulis itu seolah-olah kita ingin Corps Polisi Militer Angkatan Darat ini berakhir, karena tidak ada perayaan-perayaan berikutnya!

Yang benar adalah cara penulisan ke-dua, karena dengan menulis “Dirgahayu Corps Polisi Militer Angkatan Darat” , maka artinya menjadi “Semoga panjang usia Corps Polisi Militer Angkatan Darat” , baru dibawah dapat dituliskan “22 Juni 1946 – 22 Juni 2008”.

Bila ada peribahasa yang mengatakan bahwa ‘bahasa menunjukkan bangsa’ rasanya dari contoh kasus diatas tidaklah sepenuhnya benar karena mungkin saja dalam setiap bahasapun ada saja penggunaan kata yang difahami dan dimaknai tidak sesuai dengan makna sebenarnya dari kata dalam bahasa itu sendiri.

Satu lagi kata atau istilah yang menurut pendapat saya bernasib sama seperti kata “dirgahayu” adalah kata dari bahasa Arab “khatam” yang katanya punya arti sebagai “terakhir”. Ada banyak istilah yang menggunakan kata ini seperti misalnya dalam kepustakaan Islam Khalifah Ummar ra dikenal sebagai “khatamul muhajirin” atau Khalifah Ali ra dikenal pula sebagai “khatamul Aulia” atau seseorang yang ahli dibidang syair dikatakan sebagai “khatamus syuara” dan apabila anak-anak kita menamatkan al-Qur’an dikatakan sebagai telah “khatam al-Qur’an”.

Bila setelah Ummar ra melakukan hijrah masih banyak pengikut Islam lainnya yang juga berhijrah, bila setelah Ali ra masih bermunculan para wali lain hingga ditanah airpun ada sembilan wali yang dikenal sebagai wali songo, demikian pula bila seseorang dikatakan sebagai khatamus syuara toh para penyair baru masih datang silih berganti, demikian pula bila anak-anak kita telah meng-khatamkan al-Qur’an mereka masih akan terus dan terus membaca dan melafalkan al-Qur’an, maka makna yang saya tangkap dari kata “khatam” ini adalah terakhir dalam bentuk kesempurnaan bukan terakhir dalam segalanya! Lha kalau terakhir dalam bentuk segalanya mestinya tidak ada lagi dong orang yang berhijrah setelah Ummar ra melakukan hijrah, tidak akan pernah ada lagi seorang wali-pun sepeninggal Khalifah Ali ra, atau tak akan pernah pula kita membaca lagi al-Qur’an karena sebelumnya telah khatam!

Tapi aneh, bila hal ini menyangkut pada junjunan alam Muhammad saw yang adalah ”khataman nabiyyin” maka pemahaman seperti yang berlaku diatas akan dianggap tidak benar !!

Aneh tapi nyata! Wallahu’alam.

Kecelakaan Lalu Lintas

Ditulis Mei 18, 2008 oleh puspomad
Kategori: Artikel

KECELAKAAN LALU LINTAS

Kecelakaan lalu-lintas adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor tabrakan dengan enda lain dan menyebabkan kerusakan. Kadang kecelakaan ini dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian manusia atau binatang. Kecelakaan lalu-lintas menelan korban jiwa sekitar 1,2 juta manusia setiap tahun menurut WHO.

Untuk angka statistik kecelakaan lalu lintas di Indonesia menunjukan kecenderungan terus meningkat secara tajam dan sudah menduduki urutan nomer 3 sebagai pembunuh manusia setelah penyakit jantung dan stroke, dan pekerjaan mengemudi atau mengendarai kendaraan bermotor telah ditetapkan sebagai pekerjaan paling beresiko dan berbahaya.. !!! Waspada dan berhati-hatilah.. !!

Faktor yang mempengaruhi kecelakaan

Ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadikanya kecelakaan, pertama adalah faktor manusia, kedua adalah faktor kendaraan dan yang terakhir adalah faktor jalan. Kombinasi dari ketiga faktor itu bisa saja terjadi, antara manusia dengan kendaraan misalnya berjalan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan kemudian ban pecah yang mengakibatkan kendaraan mengalami kecelakaan. Disamping itu masih ada faktor lingkungan, cuaca yang juga bisa berkontribusi terhadap kecelakaan.

Faktor Manusia. Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Hampir semua kejadian kecelakaan didahului dengan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas. Pelanggaran dapat terjadi karena sengaja melanggar, ketidaktahuan terhadap arti aturan yang berlaku ataupun tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula pura-pura tidak tahu.

Faktor Kendaraan. Faktor kendaraan yang paling sering terjadi adalah ban pecah, rem tidak berfungsi sebagaimana seharusnya, kelelahan logam yang mengakibatkan bagian kendaraan patah, peralatan yang sudah aus tidak diganti dan berbagai penyebab lainnya. Keseluruhan faktor kendaraan sangat terkait dengan technologi yang digunakan, perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan. Untuk mengurangi yang disebabkan oleh faktor kendaraan perawatan dan perbaikan kendaraan diperlukan, disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara reguler.

Faktor Jalan. Faktor jalan terkait dengan kecepatan rencana jalan, geometrik jalan, pagar pengaman didaerah pegunungan, ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. Jalan yang rusak/berlobang sangat membahayakan pemakai jalan terutama bagi pemakai sepeda motor.

Faktor Lingkungan. Hari hujan juga mempengaruhi unjuk kerja kendaraan seperti jarak pengereman menjadi lebih jauh, jalan menjadi lebih licin, jarak pandang juga terpengaruh karena penghapus kaca tidak bisa bekerja secara sempurna atau lebatnya hujan mengakibatkan jarak pandang menjadi lebih pendek. Asap dan kabut juga bisa mengganggu jarak pandang, terutama didaerah pegunungan.

NKRI Harga Mati

Ditulis Mei 1, 2008 oleh puspomad
Kategori: Artikel

REFLEKSI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Kekhawatiran terhadap keruntuhan NKRI mulai menampakkan wujud yang lebih transparan. Perilaku subversif, baik oleh individu maupun berkelompok dan secara spontan maupun sistemik, menunjukkan kuantitas yang cukup memprihatinkan bagi penganut paham keutuhan negara.
Gejala di atas sebenarnya merupakan efek dari lambannya perwujudan kehidupan demokratis. Dalam pola pikir mereka, kehidupan demokratis akan memberikan jaminan hidup yang lebih layak, sehingga sebagai bagian dari negara mereka akan menjadi loyalis.
Namun, dalam proses menuju kehidupan demokratis yang kurang jelas, kurang terarah, dan kurang terukur ini akhirnya mereka mengalami kebimbangan, yang akhirnya mengantarkan mereka ke dalam situasi psikis yang bias konstitusi dan seolah mendapatkan justifikasi untuk menentukan sikap terhadap pemerintah.
Meskipun kita sudah merdeka, namun kemerdekaan dalam wadah NKRI itu menghadapi ancaman disintegrasi, dan hal itu dimaknai sebagai bagian dari hak asasi manusia. Bahkan wacana-wacana seperti itu justru disikapi oleh orang-orang tertentu sebagai bagian dari kebebasan seseorang untuk menyatakan pikiran dan pendapat.
Berangkat dari kondisi di atas, tentunya masih relevan jika kita menengok dan mengamalkan pesan moral para pejuang kebangkitan nasional. Dengan harapan, kita bisa bersinergi sehingga mampu menjaga dan memelihara keutuhan NKRI. “Keutuhan NKRI merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar”.

Pola Ancaman.

Ancaman disintegrasi bangsa akhir-akhir ini bisa dikelompokkan dalam beberapa pola,antara lain :

Pertama, ancaman berpola konvensional yang dilakukan kelompok tertentu untuk melepaskan diri dari Indonesia. Mereka ingin mendirikan negara baru baik karena inspirasi murni maupun inspirasi warisan dari para pejuang pendahulunya yang bercita-cita punya negara sendiri, seperti OPM, RMS, GAM, dll.

Kedua, ancaman yang dilakukan sekelompok orang yang sebenarnya menjadi bagian dari keutuhan NKRI. Kelompok ini rajin menciptakan mabokrasi. Beberapa momen penting sering dimanfaatkan untuk mewujudkan keinginan mereka mulai dari sekadar perjuangan mendapatkan upah sampai dengan ricuh pilkada. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan gambaran bahwa NKRI sengaja digerus keutuhannya. Ancaman ini nampaknya cenderung permanen dan seakan sudah menjadi ciri khas sosial kita dalam memperjuangkan sesuatu yang dianggap merugikan. Ancaman disintegrasi ini termasuk pola politisasi.

Ketiga, ancaman dari negara lain yang berusaha mengusik wilayah kepulauan NKRI. Pihak asing mengklaim kepemilikan pulau dan sumber dayanya. Meskipun dalam penyelesaian sengketa mungkin kita yang menang, namun di balik itu ada makna bahwa asing mulai melecehkan keutuhan NKRI. Ancaman ini bisa dikatakan pola ekspansif.

Keempat, ancaman pola infiltrasi, di mana ada upaya sekelompok orang yang memiliki jaringan pendanaan baik secara individu atau kelembagaan menyusup dengan basis suku, agama dan ras sehingga mereka dengan leluasa mendorong disintegrasi.

Kelima, ancaman pola modern, dimana kemajuan teknologi dimanfaatkan sekelompok orang sehingga bisa mempengaruhi pola pikir tertentu dari masyarakat kita. Ancaman ini masuk ke masyarakat tanpa disadari. Lambat laun, ancaman ini menjadi sangat membahayakan di saat pola pikir orang sudah merasa mengglobal dan sulit diatur dengan berbagai nilai dan norma.

Semangat Kebangkitan.

Sadar bahwa keutuhan NKRI berada dalam kondisi yang merisaukan, maka semangat moral kebangkitan nasional perlu direalisasikan. Kita harus bangkit menyatukan komponen bangsa. Komponen bangsa yang selama ini terlibat konflik, harus segera sadar dan membangun komitmen untuk mengakhiri konflik. Kekuatan sosial politik harus berorientasi kepada keutuhan NKRI. Perlu dimonitor kinerja kekuatan-kekuatan sosial politik tanpa mengurangi privasi dalam rumah tangga institusi tersebut. Waspada akan lebih penting dari pada kita selalu menangani persoalan secara represif.

Para elite politik sudah sewajarnya kembali memberikan teladan yang baik. Bukankah dalam sistem sosial yang paternalistik ini masyarakat kita juga akan mudah diarahkan jika diberi teladan yang baik? Upaya rekonsiliasi harus benar-benar ditempuh. Berbagai pihak yang saat ini memiliki kepentingan yang berseberangan serta berpotensi mengganggu keutuhan NKRI sebaiknya bersatu padu memperbaiki kehidupan bangsa. Kita harus bersinergi untuk membentuk kehidupan demokratis secepatnya. Bangunan kehidupan demokratis yang kokoh akan memperkuat kita mempertahankan NKRI dari berbagai gangguan dari luar dan berpotensi menciptakan disintegrasi bangsa.(MK)

Penerangan Pasukan

Ditulis April 29, 2008 oleh puspomad
Kategori: Penerangan Pasukan

NETRALITAS PRAJURIT HARUS DITEGAKKAN

Secara sederhana “netralitas” dapat diartikan sebagai “tidak memihak“. Netralitas Prajurit berarti tidak memihaknya prajurit TNI AD baik langsung atau tidak langsung kepada salah satu partai politik atau salah satu peserta Pemilu dan Pilkada. Dalam hubungan ini, maka prajurit TNI AD tidak boleh ikut dalam kegiatan kampanye, tidak boleh mendukung dan ikut bergabung dalam tim sukses, tidak boleh memberikan dukungan logistik, tidak boleh memakai simbol atau gamabr-gambar partai politik/peserta Pilkada/Pilkades, tidak boleh menyimpan/menyebarkan sticker, kaos, dll.

Dalam berbagai kesempatan Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, selalu menekankan dan memerintahkan kepada seluruh prajurit TNI AD agar tetap menjunjung tinggi dan mengakkan Netralitas Prajurit, sehingga prajurit TNI AD dapat benar-benar berkonsentrasi dalam membina dan meningkatkan profesinalisme keprajuritannya.

Oleh karena itu ditekankan kepada setiap komandan satuan maupun setiap prajurit TNI AD agar :

1. Bersikap netral dan tidak melibatkan diri dalam setiap kegiatan yang mengarah kepada Politik praktis.

2. Tidak memihak kepaa salah satu peserta pemilu/pilkada dimanapun dan kapanpun walaupun melibatkan senior, purnawirawan atau famili dan kerabat sebagai pesertanya.

3. Waspada terhadap segala bentuk bujuk rayu pihak-pihak tertentu yang ingin mempengaruhi dan menyeret prajurit TNI AD dalm kegiatan politik praktis.

4. Setiap pimpinan satuan, agar menindak tegas oknum prajurit yang menyimpang dari aturan yang telah ditentukan oleh pimpinan.

Demikian penerangan pasukan ini disampaikan untuk dapat dipedomani, dilaksanakan dan disebarluaskan kepada seluruh prajurit TNI AD.

Program Dikbangspes

Ditulis April 25, 2008 oleh puspomad
Kategori: Info Pendidikan

PERSYARATAN PENDIDIKAN
CALON SISWA PENDIDIKAN PENGEMBANGAN SPESIALISASI POMAD TA. 2008

A. Persyaratan Umum :

1. Konduite dan prestasi kerja baik.
2. Tidak terlibat masalah Litsus/sekuriti.
4. Khusus untuk Suspa/Susba Idik tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin atau pidana.
3. Lulus Rikkes yang dinyatakan oleh PPBPAD.
4. Nilai kesegaran jasmani minimal 61.
5. Berstatus Milsuk.
6. Satu orang tidak diizinkan untuk diusulkan lebih dari 1 pendidikan pengembangan spesialisasi maupun pendidikan lainnya.
7. Apabila Casis yang telah diusulkan berhalangan (mendapat tugas atau hal lain) agar diadakan perubahan/ pencabutan pada kesempatan pertama.
8. Daftar usulan Casis sudah diterima paling lambat 4 minggu sebelum pendidikan dibuka.

B. Persyaratan Khusus :

1. Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Perwira.

a. Pangkat Letda sampai dengan Kapten.
b. Usia maksimal 44 tahun.
c. Lulusan Sesarcabpom.
d. Tempat Pendidikan di Pusdikpom Kodiklat TNI AD Cimahi
e. Rencana Pembukaan Pendidikan :

1) Suspaidik. Pendidikan akan dibuka bulan April 2008 dengan alokasi 30 orang dan dilaksanakan selama 2 bulan.
2) Suspapam VVIP. Pendidikan akan dibuka bulan Mei 2008 dengan alokasi 20 orang dan dilaksanakan selama 2 bulan.
3) Suspa Lidkrimpamfik. Pendidikan akan dibuka bulan Juni 2008 dengan alokasi 20 orang dan dilaksanakan selama 2 bulan.
4) Suspa Hartib. Pendidikan akan dibuka bulan Juli dengan alokasi 20 orang dan dilaksanakan selama 2 bulan.
5) Suspa Rustahmil. Pendidikan akan dibuka bulan September 2008 dengan alokasi 20 orang dan dilaksanakan selama 2 bulan.
6) Susdansubdenpom. Pendidikan akan dibuka bulan Oktober dengan alokasi 20 orang dan dilaksanakan selama 2 bulan.

2. Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Bintara.

a. Pangkat Serda sampai dengan Serma.
b. Usia maksimal 42 tahun.
c. Memiliki salah satu Dikbangspes Tamtama.
d. Tempat Pendidikan di Pusdikpom Kodiklat TNI AD Cimahi.
e. Khusus untuk Susba Provost alokasi serdik dari Kotama/Balakpus TNI AD.
f. Rencana Pembukaan Pendidikan :
1) Susba Idik. Pendidikan akan dibuka pada tanggal 18 Maret s/d 29 April 2008 dengan alokasi 30 orang.
2) Susba Lidkrimpamfik. Pendidikan akan dibuka pada tanggal 18 Maret s/d 29 April 2008 dengan alokasi 20 orang.
3) Susba Hartib. Pendidikan akan dibukapada tanggal 21 April s/d 31 Mei 2008 dengan alokasi 20 orang.
4) Susba Rustahmil. Pendidikan akan dibuka pada tanggal 21 April s/d 31 Mei 2008 dengan alokasi 20 orang.
5) Susba Pam VVIP. Pendidikan akan dibuka pada tanggal 2 Juni s/d 12 Juli 2008 dengan alokasi 20 orang.
6) Susba Provost. Pendidikan akan dibuka pada tanggal 14 Juli s/d 23 Agustus 2008 dengan alokasi 50 orang.

3. Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Tamtama.

a. Pangkat Praka sampai dengan Kopka.
b. Usia maksimal 42 tahun.
c. Lulusan Secata PK Tahap II Kecabangan Pom
d. Tempat Pendidikan di Pusdikpom Kodiklat TNI AD Cimahi.
e. Khusus untuk Susta Provost alokasi serdik dari Kotama/Balakpus TNI AD.
f. Rencana Pembukaan Pendidikan :
1) Susta Walis. Pendidikan akan dibuka pada tanggal 2 Juni s/d 12 Juli 2008 dengan alokasi 30 orang.
2) Susta Walmor. Pendidikan akan dibuka pada tanggal 2 Juni s/d 12 Juli 2008 dengan alokasi 30 orang.
3) Susta Provost. Pendidikan akan dibuka pada tanggal 14 Juli s/d 23 Agustus 2008 dengan alokasi 50 orang.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.